Selasa, 08 Maret 2011

PROSPEK PENDIDIKAN ISLAM DI TENGAH PERUBAHAN ZAMAN

Bagaimanakah nasib pendidikan islam di era globalisasi ini ?










 

SURAT KEPUTUSAN UJIAN AKHIR MADRASAH BERSTANDAR NASIONAL ( UAMBN ) 2011

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM
NOMOR : Dj.I/60/2011
TENTANG
KETENTUAN PELAKSANAAN UJIAN AKHIR MADRASAH BERSTANDAR NASIONAL (UAMBN) MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BAHASA ARAB TINGKAT MADRASAH IBTIDAIYAH, MADRASAH TSANAWIYAH DAN
MADRASAH ALIYAH TAHUN PELAJARAN 2010/2011
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM,
Menimbang : a. bahwa untuk mengetahui hasil belajar peserta didik dan untuk meningkatkan mutu pendidikan Agama Islam yang meliputi mata pelajaran Al-Qur’an Hadis, Akidah Akhlak, Akhlak, Fikih, Sejarah Kebudayaan Islam, Bahasa Arab dan Ilmu Kalam pada Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, dan Madrasah Aliyah perlu diselenggarakan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional;
b. bahwa untuk penyelenggaraan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional perlu ditetapkan ketentuan khusus;
c. bahwa berdasarkan butir a dan b di atas perlu ditetapkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam tentang Ketentuan Pelaksanaan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional tahun pelajaran 2010/2011.
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara RI Nomor 78 Tahun 2003, Tambahan Lembaran Negara RI No. 4301) ;
2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan;
3. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 dan 23 Tahun 2006 tentang Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah;
4. Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 373 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi dan Kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota, sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 480 Tahun 2003;
5. Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama;
6. Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2008 tentang Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab pada Madrasah.
M E M U T U S K A N
Menetapkan : KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM TENTANG KETENTUAN PELAKSANAAN UJIAN AKHIR MADRASAH BERSTANDAR NASIONAL (UAMBN) MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BAHASA ARAB TINGKAT MADRASAH IBTIDAIYAH, MADRASAH TSANAWIYAH, DAN MADRASAH ALIYAH TAHUN PELAJARAN 2010/2011
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam Keputusan ini yang dimaksud dengan :
1. MI adalah Madrasah Ibtidaiyah;
2. MTs adalah Madrasah Tsanawiyah;
3. MA adalah Madrasah Aliyah
4. Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional adalah kegiatan penilaian hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadis, Akidah Akhlak, Akhlak, Fikih, Sejarah Kebudayaan Islam, Ilmu Kalam, dan Bahasa Arab yang telah menyelesaikan jenjang pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, dan Madrasah Aliyah
5. SKHUAMBN adalah Surat Keterangan Hasil Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional yang resmi dan sah serta dikeluarkan oleh satuan pendidikan yang menyatakan bahwa seorang peserta didik telah mengikuti Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional;
6. Direktorat Jenderal adalah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam;
7. Direktur Jenderal adalah Direktur Jenderal Pendidikan Islam;
8. Direktorat adalah Direktorat Pendidikan Madrasah;
9. Direktur adalah Direktur Pendidikan Madrasah.
BAB II
NAMA UJIAN
Pasal 2
(1) Ujian Mata pelajaran Al-Qur’an Hadis, Akidah Akhlak, Fikih, Sejarah Kebudayaan Islam dan Bahasa Arab disebut Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional Tingkat Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Tsanawiyah,
(2) Ujian Mata pelajaran Al-Qur’an Hadis, Akidah Akhlak, Akhlak, Fikih, Sejarah Kebudayaan Islam, Ilmu Kalam, dan Bahasa Arab disebut Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional Tingkat Madrasah Aliyah Program Pengetahuan Alam, Pengetahuan Sosial, dan Pengetahuan Bahasa
(3) Ujian Mata pelajaran Akhlak, Sejarah Kebudayaan Islam, Ilmu Kalam, dan Bahasa Arab disebut Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional Tingkat Madrasah Aliyah Program Keagamaan
BAB III
TUJUAN DAN FUNGSI
Pasal 3
Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional bertujuan untuk :
a. Mengukur mutu dan pencapaian hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadis, Akidah Akhlak, Fikih, Sejarah kebudayaan Islam, dan Bahasa Arab pada Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Tsanawiyah
b. Mengukur mutu dan pencapaian hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadis, Akidah Akhlak, Ahlak, Fikih, Sejarah Kebudayaan Islam, Ilmu Kalam dan Bahasa Arab pada Madrasah Aliyah
c. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan pembelajaran Al-Qur’an-Hadis, Akidah-Akhlak, Akhlak, Fikih, Bahasa Arab, dan Sejarah Kebudayaan Islam pada Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, dan Madrasah Aliyah kepada masyarakat serta pemerintah.
Pasal 4
Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional berfungsi sebagai :
a. Bahan pertimbangan dalam penentuan pemetaan mutu madrasah;
b. Umpan balik dalam perbaikan program pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, dan Madrasah Aliyah
c. Sebagai alat pengendali mutu pendidikan;
d. Sebagai pendorong peningkatan mutu pendidikan pada Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, dan Madrasah Aliyah
BAB IV
PERSYARATAN PESERTA
Pasal 5
(1) Peserta Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional adalah peserta didik Madrasah Ibtidaiyah , Madrasah Tsanawiyah, dan Madrasah Aliyah yang telah memenuhi persyaratan;
(2) Peserta didik yang tidak dapat mengikuti Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional di madrasahnya karena alasan tertentu dapat mengikuti ujian di tempat lain atau terdekat;
(3) Peserta didik yang karena alasan tertentu dan disertai bukti yang sah tidak dapat mengikuti Ujian Madrasah Berstandar Nasional utama dapat mengikuti ujian susulan.
BAB V
MATA PELAJARAN YANG DIUJIKAN
DAN BENTUK UJIAN
Pasal 6
(1) Tingkat Madrasah Ibtida’iyah dan Madrasah Tsanawiyah Mata pelajaran yang diujikan yaitu mata pelajaran Al-Qur'an-Hadis, Akidah-Akhlak, Fikih, Sejarah Kebudayaan Islam, dan Bahasa Arab dilaksanakan dalam bentuk ujian tertulis.
(2) Tingkat Madrasah Aliyah Mata pelajaran yang diujikan yaitu mata pelajaran Al-Qur'an-Hadis, Akidah-Akhlak, Akhlak, Fikih, Sejarah Kebudayaan Islam, Ilmu Kalam dan Bahasa Arab dilaksanakan dalam bentuk ujian tertulis
BAB VI
PENYIAPAN BAHAN
Pasal 7
Kisi-kisi dan naskah soal disusun sebagai berikut :
1. Seluruh kisi-kisi dan naskah soal mata pelajaran yang diujikan pada Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional dibuat oleh tim yang ditunjuk Direktur Jenderal;
2. Kementerian Agama akan membuat Master Naskah Soal dan mendistribusikan Master Naskah Soal tersebut ke provinsi yang menyelenggarakan Ujian Madrasah Berstandar Nasional;
3. Penggandaan naskah soal ujian dilaksanakan oleh satuan pendidikan dan dikoordinasikan oleh Kanwil Kementerian Agama provinsi/panitia Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional.
BAB VII
PENYELENGGARAAN
Pasal 8
(1)Penanggung jawab umum penyelenggaraan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional pada tingkat pusat adalah Direktur Jenderal;
(2) Penanggung jawab teknis penyelenggaraan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional pada tingkat provinsi adalah Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi;
(3) Penanggung jawab teknis penyelenggaraan Ujian Madrasah Berstandar Nasional pada tingkat Kabupaten/Kota adalah Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota.
BAB VIII
JADWAL
Pasal 9
Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional dilaksanakan 1 (satu) kali dalam satu tahun pelajaran 2010-2011
BAB IX
PEMERIKSAAN HASIL UJIAN
Pasal 10
Pemeriksaan hasil Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional dilakukan oleh panitia ujian tingkat provinsi/kabupaten/kota/tingkat madrasah yang dilaksanakan oleh tim yang telah ditunjuk .
BAB IX
SKHUAMBN DAN PENERBITANNYA
Pasal 11
(1) SKHUAMBN diterbitkan oleh madrasah penyelenggara dengan menggunakan blangko SKHUAMBN yang disediakan oleh Kementerian Agama;
(2) Distribusi SKHUAMBN ke madrasah dilakukan oleh Kantor Kementerian Agama Provinsi /Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota berdasarkan laporan hasil ujian;
(3) SKHUAMBN ditandatangani oleh Kepala Madrasah penyelenggara dan dibubuhkan stempel madrasah penyelenggara;
(4) SKHUAMBN hanya diberikan kepada peserta didik yang mengikuti ujian dari satuan pendidikan madrasah.
Pasal 12
(1) Bentuk dan spesifikasi SKHUAMBN ditetapkan oleh Direktur Jenderal;
(2) Pengadaan SKHUAMBN dilakukan oleh Direktorat
BAB X
PEMBIAYAAN
Pasal 13
Biaya penyelenggaraan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional bersumber dari DIPA Direktorat Jenderal Pendidikan Islam dan DIPA Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi.
BAB XI
PEMANTAUAN DAN EVALUASI
Pasal 14
Pemantauan dan evaluasi penyelenggaraan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional dilakukan oleh Tim Pemantau dan Evaluasi yang ditetapkan oleh Panitia Pusat, Provinsi, dan Kabupaten/Kota.
BAB XII
PELAPORAN
Pasal 15
(1) Pelaporan penyelenggaraan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional mencakup pelaksanaan dan hasil ujian;
(2) Panitia Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional menyampaikan laporan kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi melalui Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota;
(3) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi menyampaikan laporan kepada Direktur Jenderal Pendidikan Islam melalui Direktur Pendidikan Madrasah.
BAB XIII
KEWAJIBAN DAN SANKSI
Pasal 16
(1) Setiap unsur baik perorangan, kelompok, atau lembaga yang terlibat dalam penyelenggaraan ujian wajib menjaga kerahasiaan dan keamanan dokumen;
(2) Setiap unsur perorangan, kelompok atau lembaga yang melakukan pelanggaran atau penyimpangan dalam penyelenggaraan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
BAB XIV
PENUTUP
Pasal 17
(1) Hal-hal lain tentang teknis penyelenggaraan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional yang belum diatur dalam keputusan ini akan ditetapkan oleh Direktur Jenderal dalam bentuk Prosedur Operasi Standar (POS) Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional yang di dalamnya memuat aturan pelaksanaan ujian. POS tersebut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keputusan ini;
(2) Apabila terdapat kekeliruan dalam Surat Keputusan ini akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya;
(3) Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di : Jakarta
pada tanggal : 17 Januari 2011
DIREKTUR JENDERAL,
dicap dan dittd.
MOHAMMAD ALI

Kamis, 03 Maret 2011

PATURAY TINEUNG

Memasuki purna bhakti di kemenag Kab. Tasikmalaya, Bpk. H. Syahban Hilal, SH.,M.Pd. mengaktifkan dirinya di dewan masjid agung kab. Tasikmalaya yang baru saja diresmikan oleh Menteri Agama Surya Dharma Ali. Semoga semua aktifitas Bpk. H. Syahban Hilal, SH.,M.Pd. selalu mengabdikan dirinya untuk umat islam.

 Kamis, 4 Maret 2011 , Pangandaran.



Jumat, 21 Januari 2011

BIOGRAFI IBNU QAYYIM AL-JAUZIYYAH

IBNU QAYYIM AL-JAUZIYYAH

Artikel ini aku tampilkan karena karya Beliau sangat berarti dalam menyelamatkan hidupku.
Beliau adalah Imam, ‘Allamah, Muhaqqiq, Hafizh, Ushuli, Faqih, Ahli Nahwu, berotak cemerlang, bertinta emas dan banyak karyanya; Syamsuddin Abu Abdillah Muhammad bin Abi Bakr bin Ayyub bin Sa’ad bin Huraiz az-Zar’i, kemudian ad-Dimasyqi. Dikenal dengan ibnul Qayyim al-Jauziyyah nisbat kepada sebuah madrasah yang dibentuk oleh Muhyiddin Abu al-Mahasin Yusuf bin Abdil Rahman bin Ali al-Jauzi yang wafat pada tahun 656 H, sebab ayah Ibnul Qayyim adalah tonggak (QAYYIM) bagi madrasah itu. Ibnul Qayyim dilahirkan di tengah keluarga berilmu dan terhormat pada tanggal 7 Shaffar 691 H. Di kampung Zara’ dari perkampungan Hauran, sebelah tenggara Dimasyq (Damaskus) sejauh 55 mil.
Pertumbuhan Dan Thalabul Ilminya
Bukanlah hal yang aneh jikalau Ibnul Qayyim tumbuh menjadi seorang yang dalam dan luas pengetahuan serta wawasannya, sebab beliau dibentuk pada zaman ketika ilmu sedang jaya dan para ulama pun masih hidup. Sesungguhnya beliau telah mendengar hadits dari asy-Syihab an-Nablisiy, al-Qadli Taqiyuddin bin Sulaiman, Abu Bakr bin Abdid Da’im, Isa al-Muth’im, Isma’il bin Maktum dan lain-lain.
Beliau belajar ilmu faraidl dari bapaknya karena beliau sangat menonjol dalam ilmu itu. Belajar bahasa Arab dari Ibnu Abi al-Fath al-Baththiy dengan membaca kitab-kitab: (al-Mulakhkhas li Abil Balqa’ kemudian kitab al-Jurjaniyah, kemudian Alfiyah Ibnu Malik, juga sebagian besar Kitab al-kafiyah was Syafiyah dan sebagian at-Tas-hil). Di samping itu belajar dari syaikh Majduddin at-Tunisi satu bagian dari kitab al-Muqarrib li Ibni Ushfur.
Belajar ilmu Ushul dari Syaikh Shafiyuddin al-Hindi, Ilmu Fiqih dari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan Syaikh Isma’il bin Muhammad al-Harraniy.
Beliau amat cakap dalam hal ilmu melampaui teman-temannya, masyhur di segenap penjuru dunia dan amat dalam pengetahuannya tentang madzhab-madzhab Salaf.
Pada akhirnya beliau benar-benar bermulazamah secara total (berguru secara intensif) kepada Ibnu Taimiyah sesudah kembalinya Ibnu Taimiyah dari Mesir tahun 712 H hingga wafatnya tahun 728 H.
Pada masa itu, Ibnul Qayyim sedang pada awal masa-masa mudanya. Oleh karenanya beliau sempat betul-betul mereguk sumber mata ilmunya yang luas. Beliau dengarkan pendapat-pendapat Ibnu Taimiyah yang penuh kematangan dan tepat. Oleh karena itulah Ibnul Qayyim amat mencintainya, sampai-sampai beliau mengambil kebanyakan ijtihad-ijtihadnya dan memberikan pembelaan atasnya. Ibnul Qayyim yang menyebarluaskan ilmu Ibnu Taimiyah dengan cara menyusun karya-karyanya yang bagus dan dapat diterima.
Ibnul Qayyim pernah dipenjara, dihina dan diarak berkeliling bersama Ibnu Taimiyah sambil didera dengan cambuk di atas seekor onta. Setelah Ibnu Taimiyah wafat, Ibnul Qayyim pun dilepaskan dari penjara.
Sebagai hasil dari mulazamahnya (bergurunya secara intensif) kepada Ibnu Taimiyah, beliau dapat mengambil banyak faedah besar, diantaranya yang penting ialah berdakwah mengajak orang supaya kembali kepada kitabullah Ta’ala dan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang shahihah, berpegang kepada keduanya, memahami keduanya sesuai dengan apa yang telah difahami oleh as-Salafus ash-Shalih, membuang apa-apa yang berselisih dengan keduanya, serta memperbaharui segala petunjuk ad-Din yang pernah dipalajarinya secara benar dan membersihkannya dari segenap bid’ah yang diada-adakan oleh kaum Ahlul Bid’ah berupa manhaj-manhaj kotor sebagai cetusan dari hawa-hawa nafsu mereka yang sudah mulai berkembang sejak abad-abad sebelumnya, yakni: Abad kemunduran, abad jumud dan taqlid buta.
Beliau peringatkan kaum muslimin dari adanya khurafat kaum sufi, logika kaum filosof dan zuhud model orang-orang hindu ke dalam fiqrah Islamiyah.
Ibnul Qayyim rahimahullah telah berjuang untuk mencari ilmu serta bermulazamah bersama para Ulama supaya dapat memperoleh ilmu mereka dan supaya bisa menguasai berbagai bidang ilmu Islam.
Penguasaannya terhadap Ilmu Tafsir tiada bandingnya, pemahamannya terhadap USHULUDDIN mencapai puncaknya dan pengetahuannya mengenai HADITS, makna hadits, pemahaman serta ISTINBATH-ISTINBATH rumitnya, sulit ditemukan tandingannya.
Begitu pula, pengetahuan beliau rahimahullah tentang ilmu SULUK dan ilmu KALAM-nya Ahli tasawwuf, isyarat-isyarat mereka serta detail-detail mereka. Beliau memang amat menguasai terhadap berbagai bidang ilmu ini.
Semuanya itu menunjukkan bahwa beliau rahimahullah amat teguh berpegang pada prinsip, yakni bahwa “Baiknya” perkara kaum Muslimin tidak akan pernah terwujud jika tidak kembali kepada madzhab as-Salafus ash-Shalih yang telah mereguk ushuluddin dan syari’ah dari sumbernya yang jernih yaitu Kitabullah al-‘Aziz serta sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam asy-syarifah.
Oleh karena itu beliau berpegang pada (prinsip) ijtihad serta menjauhi taqlid. Beliau ambil istinbath hukum berdasarkan petunjuk al-Qur’anul Karim, Sunnah Nabawiyah syarifah, fatwa-fatwa shahih para shahabat serta apa-apa yang telah disepakati oleh ahlu ats tsiqah (ulama terpercaya) dan A’immatul Fiqhi (para imam fiqih).
Dengan kemerdekaan fikrah dan gaya bahasa yang logis, beliau tetapkan bahwa setiap apa yang dibawa oleh Syari’ah Islam, pasti sejalan dengan akal dan bertujuan bagi kebaikan serta kebahagiaan manusia di dunia maupun di akhirat.
Beliau rahimahullah benar-benar menyibukkan diri dengan ilmu dan telah benar-benar mahir dalam berbagai disiplin ilmu, namun demikian beliau tetap terus banyak mencari ilmu, siang maupun malam dan terus banyak berdo’a.
Sasarannya
Sesungguhnya Hadaf (sasaran) dari Ulama Faqih ini adalah hadaf yang agung. Beliau telah susun semua buku-bukunya pada abad ke-tujuh Hijriyah, suatu masa dimana kegiatan musuh-musuh Islam dan orang-orang dengki begitu gencarnya. Kegiatan yang telah dimulai sejak abad ketiga Hijriyah ketika jengkal demi jengkal dunia mulai dikuasai Isalam, ketika panji-panji Islam telah berkibar di semua sudut bumi dan ketika berbagai bangsa telah banyak masuk Islam; sebahagiannya karena iman, tetapi sebahagiannya lagi terdiri dari orang-orang dengki yang menyimpan dendam kesumat dan bertujuan menghancurkan (dari dalam pent.) dinul Hanif (agama lurus). Orang-orang semacam ini sengaja melancarkan syubhat (pengkaburan)-nya terhadap hadits-hadits Nabawiyah Syarif dan terhadap ayat-ayat al-Qur’anul Karim.
Mereka banyak membuat penafsiran, ta’wil-ta’wil, tahrif, serta pemutarbalikan makna dengan maksud menyebarluaskan kekaburan, bid’ah dan khurafat di tengah kaum Mu’minin.
Maka adalah satu keharusan bagi para A’immatul Fiqhi serta para ulama yang memiliki semangat pembelaan terhadap ad-Din, untuk bertekad memerangi musuh-musuh Islam beserta gang-nya dari kalangan kaum pendengki, dengan cara meluruskan penafsiran secara shahih terhadap ketentuan-ketentuan hukum syari’ah, dengan berpegang kepada Kitabullah wa sunnatur Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai bentuk pengamalan dari Firman Allah Ta’ala:
“Dan Kami turunkan Al Qur’an kepadamu, agar kamu menerangkan kepada Umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka.” (an-Nahl:44).
Juga firman Allah Ta’ala,
“Dan apa-apa yang dibawa Ar Rasul kepadamu maka ambillah ia, dan apa-apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah.” (al-Hasyr:7).
Murid-Muridnya
Ibnul Qayyim benar-benar telah menyediakan dirinya untuk mengajar, memberi fatwa, berdakwah dan melayani dialog. Karena itulah banyak manusia-manusia pilihan dari kalangan para pemerhati yang menempatkan ilmu sebagai puncak perhatiannya, telah benar-benar menjadi murid beliau. Mereka itu adalah para Ulama terbaik yang telah terbukti keutamaannya, di antaranya ialah: anak beliau sendiri bernama Syarafuddin Abdullah, anaknya yang lain bernama Ibrahim, kemudian Ibnu Katsir ad-Dimasyqiy penyusun kitab al-Bidayah wan Nihayah, al-Imam al-Hafizh Abdurrahman bin Rajab al-Hambali al-Baghdadi penyusun kitab Thabaqat al-Hanabilah, Ibnu Abdil Hadi al-Maqdisi, Syamsuddin Muhammad bin Abdil Qadir an-Nablisiy, Ibnu Abdirrahman an-Nablisiy, Muhammad bin Ahmad bin Utsman bin Qaimaz adz-Dzhahabi at-Turkumaniy asy-Syafi’i, Ali bin Abdil Kafi bin Ali bin Taman As Subky, Taqiyussssddin Abu ath-Thahir al-Fairuz asy-Syafi’i dan lain-lain.
Aqidah Dan Manhajnya
Adalah Aqidah Ibnul Qayyim begitu jernih, tanpa ternodai oleh sedikit kotoran apapun, itulah sebabnya, ketika beliau hendak membuktikan kebenaran wujudnya Allah Ta’ala, beliau ikuti manhaj al-Qur’anul Karim sebagai manhaj fitrah, manhaj perasaan yang salim dan sebagai cara pandang yang benar. Beliau –rahimahullah- sama sekali tidak mau mempergunakan teori-teori kaum filosof.
Ibnul Qayiim rahimahullah mengatakan, “Perhatikanlah keadaan alam seluruhnya –baik alam bawah maupun- alam atas dengan segala bagian-bagaiannya, niscaya anda akan temui semua itu memberikan kesaksian tentang adanya Sang Pembuat, Sang Pencipta dan Sang Pemiliknya. Mengingkari adanya Pencipta yang telah diakui oleh akal dan fitrah berarti mengingkari ilmu, tiada beda antara keduanya. Bahwa telah dimaklumi; adanya Rabb Ta’ala lebih gamblang bagi akal dan fitrah dibandingkan dengan adanya siang hari. Maka barangsiapa yang akal serta fitrahnya tidak mampu melihat hal demikian, berarti akal dan fitrahnya perlu dipertanyakan.”
Hadirnya Imam Ibnul Qayyim benar-benar tepat ketika zaman sedang dilanda krisis internal berupa kegoncangan dan kekacauan (pemikiran Umat Islam–Pent.) di samping adanya kekacauan dari luar yang mengancam hancurnya Daulah Islamiyah. Maka wajarlah jika anda lihat Ibnul Qayyim waktu itu memerintahkan untuk membuang perpecahan sejauh-jauhnya dan menyerukan agar umat berpegang kepada Kitabullah Ta’ala serta Sunnah Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Manhaj serta hadaf Ibnul Qayyim rahimahullah ialah kembali kepada sumber-sumber dinul Islam yang suci dan murni, tidak terkotori oleh ra’yu-ra’yu (pendapat-pendapat) Ahlul Ahwa’ wal bida’ (Ahli Bid’ah) serta helah-helah (tipu daya) orang-orang yang suka mempermainkan agama.
Oleh sebab itulah beliau rahimahullah mengajak kembali kepada madzhab salaf; orang-orang yang telah mengaji langsung dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Merekalah sesungguhnya yang dikatakan sebagai ulama waratsatun nabi (pewaris nabi) shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dalam pada itu, tidaklah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewariskan dinar atau dirham, tetapi beliau mewariskan ilmu. Berkenaan dengan inilah, Sa’id meriwayatkan dari Qatadah tentang firman Allah Ta’ala,
“Dan orang-orang yang diberi ilmu (itu) melihat bahwa apa yang diturunkan kepadamu dari Rabb mu itulah yang haq.” (Saba’:6).
Qotadah mengatakan, “Mereka (orang-orang yang diberi ilmu) itu ialah para sahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.”
Di samping itu, Ibnul Qayyim juga mengumandangkan bathilnya madzhab taqlid.
Kendatipun beliau adalah pengikut madzhab Hanbali, namun beliau sering keluar dari pendapatnya kaum Hanabilah, dengan mencetuskan pendapat baru setelah melakukan kajian tentang perbandingan madzhab-madzhab yang masyhur.
Mengenai pernyataan beberapa orang bahwa Ibnul Qayyim telah dikuasai taqlid terhadap imam madzhab yang empat, maka kita memberi jawaban sebagai berikut, Sesungguhnya Ibnul Qayyim rahimahullah amat terlalu jauh dari sikap taqlid. Betapa sering beliau menyelisihi madzhab Hanabilah dalam banyak hal, sebaliknya betapa sering beliau bersepakat dengan berbagai pendapat dari madzhab-madzhab yang bermacam-macam dalam berbagai persoalan lainnya.
Memang, prinsip beliau adalah ijtihad dan membuang sikap taqlid. Beliau rahimahullah senantiasa berjalan bersama al-Haq di mana pun berada, ittijah (cara pandang)-nya dalam hal tasyari’ adalah al-Qur’an, sunnah serta amalan-amalan para sahabat, dibarengi dengan ketetapannya dalam berpendapat manakala melakukan suatu penelitian dan manakala sedang berargumentasi.
Di antara da’wahnya yang paling menonjol adalah da’wah menuju keterbukaan berfikir. Sedangkan manhajnya dalam masalah fiqih ialah mengangkat kedudukan nash-nash yang memberi petunjuk atas adanya sesuatu peristiwa, namun peristiwa itu sendiri sebelumnya belum pernah terjadi.
Adapun cara pengambilan istinbath hukum, beliau berpegang kepada al-Kitab, as-Sunnah, Ijma’ Fatwa-fatwa shahabat, Qiyas, Istish-habul Ashli (menyandarkan persoalan cabang pada yang asli), al-Mashalih al-Mursalah, Saddu adz-Dzari’ah (tindak preventif) dan al-‘Urf (kebiasaan yang telah diakui baik).
Ujian Yang Dihadapi
Adalah wajar jika orang ‘Alim ini, seorang yang berada di luar garis taqlid turun temurun dan menjadi penentang segenap bid’ah yang telah mengakar, mengalami tantangan seperti banyak dihadapi oleh orang-orang semisalnya, menghadapi suara-suara sumbang terhadap pendapat-pendapat barunya.
Orang-orang pun terbagi menjadi dua kubu: Kubu yang fanatik kepadanya dan kubu lainnya kontra.
Oleh karena itu, beliau rahimahullah menghadapi berbagai jenis siksaan. Beliau seringkali mengalami gangguan. Pernah dipenjara bersama Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah secara terpisah-pisah di penjara al-Qal’ah dan baru dibebaskan setelah Ibnu Taimiyah wafat.
Hal itu disebabkan karena beliau menentang adanya anjuran agar orang pergi berziarah ke kuburan para wali. Akibatnya beliau disekap, dihinakan dan diarak berkeliling di atas seekor onta sambil didera dengan cambuk.
Pada saat di penjara, beliau menyibukkan diri dengan membaca al-Qur’an, tadabbur dan tafakkur. Sebagai hasilnya, Allah membukakan banyak kebaikan dan ilmu pengetahuan baginya. Di samping ujian di atas, ada pula tantangan yang dihadapi dari para qadhi karena beliau berfatwa tentang bolehnya perlombaan pacuan kuda asalkan tanpa taruhan. Sungguhpun demikian Ibnul Qayyim rahimahullah tetap konsisten (teguh) menghadapi semua tantangan itu dan akhirnya menang. Hal demikian disebabkan karena kekuatan iman, tekad serta kesabaran beliau. Semoga Allah melimpahkan pahala atasnya, mengampuninya dan mengampuni kedua orang tuanya serta segenap kaum muslimin.
Sirah (Riwayat Hidup) Dan Pujian Ulama Terhadap Beliau
Sungguh Ibnul Qayyim rahimahullah teramat mendapatkan kasih sayang dari guru-guru maupun muridnya. Beliau adalah orang yang teramat dekat dengan hati manusia, amat dikenal, sangat cinta pada kebaikan dan senang pada nasehat. Siapa pun yang mengenalnya tentu ia akan mengenangnya sepanjang masa dan akan menyatakan kata-kata pujian bagi beliau. Para Ulama pun telah memberikan kesaksian akan keilmuan, kewara’an, ketinggian martabat serta keluasan wawasannya.
Ibnu Hajar pernah berkata mengenai pribadi beliau, “Dia adalah seorang yang berjiwa pemberani, luas pengetahuannya, faham akan perbedaan pendapat dan madzhab-madzhab salaf.”
Di sisi lain, Ibnu Katsir mengatakan, “Beliau seorang yang bacaan Al-Qur’an serta akhlaqnya bagus, banyak kasih sayangnya, tidak iri, dengki, menyakiti atau mencaci seseorang. Cara shalatnya panjang sekali, beliau panjangkan ruku’ serta sujudnya hingga banyak di antara para sahabatnya yang terkadang mencelanya, namun beliau rahimahullah tetap tidak bergeming.”
Ibnu Katsir berkata lagi, “Beliau rahimahullah lebih didominasi oleh kebaikan dan akhlaq shalihah. Jika telah usai shalat Shubuh, beliau masih akan tetap duduk di tempatnya untuk dzikrullah hingga sinar matahari pagi makin meninggi. Beliau pernah mengatakan, ‘Inilah acara rutin pagi buatku, jika aku tidak mengerjakannya nicaya kekuatanku akan runtuh.’ Beliau juga pernah mengatakan, ‘Dengan kesabaran dan perasaan tanpa beban, maka akan didapat kedudukan imamah dalam hal din (agama).’”
Ibnu Rajab pernah menukil dari adz-Dzahabi dalam kitabnya al-Mukhtashar, bahwa adz-Dzahabi mengatakan, “Beliau mendalami masalah hadits dan matan-matannya serta melakukan penelitian terhadap rijalul hadits (para perawi hadits). Beliau juga sibuk mendalami masalah fiqih dengan ketetapan-ketetapannya yang baik, mendalami nahwu dan masalah-masalah Ushul.”
(Dan masih banyak lagi pujian ulama terhadap Ibnul Qayyim yang termuat dalam naskah asli berbahasa Arab, yang terjemahannya kini ada di hadapan pembaca, namun dalam hal pujian ulama terhadap beliau ini hanya diterjemahkan secukupnya saja, pent).
Tsaqafahnya
Ibnul Qayyim rahimahullah merupakan seorang peneliti ulung yang ‘Alim dan bersungguh-sungguh. Beliau mengambil semua ilmu dan mengunyah segala tsaqafah yang sedang jaya-jayanya pada masa itu di negeri Syam dan Mesir.
Beliau telah menyusun kitab-kitab fiqih, kitab-kitab ushul, serta kitab-kitab sirah dan tarikh. Jumlah tulisan-tulisannya tiada terhitung banyaknya, dan diatas semua itu, keseluruhan kitab-kitabnya memiliki bobot ilmiah yang tinggi. Oleh karenanyalah Ibnul Qayyim pantas disebut kamus segala pengetahuan ilmiah yang agung.
Karya-Karyanya
Beliau rahimahullah memang benar-benar merupakan kamus berjalan, terkenal sebagai orang yang mempunyai prinsip dan beliau ingin agar prinsipnya itu dapat tersebarluaskan. Beliau bekerja keras demi pembelaannya terhadap Islam dan kaum muslimin. Buku-buku karangannya banyak sekali, baik yang berukuran besar maupun berukuran kecil. Beliau telah menulis banyak hal dengan tulisan tangannya yang indah. Beliau mampu menguasai kitab-kitab salaf maupun khalaf, sementara orang lain hanya mampun menguasai sepersepuluhnya. Beliau teramat senang mengumpulkan berbagai kitab. Oleh sebab itu Imam ibnul Qayyim terhitung sebagai orang yang telah mewariskan banyak kitab-kitab berbobot dalam pelbagai cabang ilmu bagi perpustakaan-perpustakaan Islam dengan gaya bahasanya yang khas; ilmiah lagi meyakinkan dan sekaligus mengandung kedalaman pemikirannya dilengkapi dengan gaya bahasa nan menarik.
Beberapa Karya Besar Beliau
1. Tahdzib Sunan Abi Daud,
2. I’lam al-Muwaqqi’in ‘an Rabbil ‘Alamin,
3. Ighatsatul Lahfan fi Hukmi Thalaqil Ghadlban,
4. Ighatsatul Lahfan fi Masha`id asy-Syaithan,
5. Bada I’ul Fawa’id,
6. Amtsalul Qur’an,
7. Buthlanul Kimiya’ min Arba’ina wajhan,
8. Bayan ad-Dalil ’ala istighna’il Musabaqah ‘an at-Tahlil,
9. At-Tibyan fi Aqsamil Qur’an,
10. At-Tahrir fi maa yahillu wa yahrum minal haris,
11. Safrul Hijratain wa babus Sa’adatain,
12. Madarijus Salikin baina manazil Iyyaka na’budu wa Iyyaka nasta’in,
13. Aqdu Muhkamil Ahya’ baina al-Kalimit Thayyib wal Amais Shalih al-Marfu’ ila Rabbis Sama’
14. Syarhu Asma’il Kitabil Aziz,
15. Zaadul Ma’ad fi Hadyi Kairul Ibad,
16. Zaadul Musafirin ila Manazil as-Su’ada’ fi Hadyi Khatamil Anbiya’
17. Jala’ul Afham fi dzkris shalati ‘ala khairil Am,.
18. Ash-Shawa’iqul Mursalah ‘Alal Jahmiyah wal Mu’aththilah,
19. Asy-Syafiyatul Kafiyah fil Intishar lil firqatin Najiyah,
20. Naqdul Manqul wal Muhakkil Mumayyiz bainal Mardud wal Maqbul,
21. Hadi al-Arwah ila biladil Arrah,
22. Nuz-hatul Musytaqin wa raudlatul Muhibbin,
23. al-Jawabul Kafi Li man sa`ala ’anid Dawa`is Syafi,
24. Tuhfatul Wadud bi Ahkamil Maulud,
25. Miftah daris Sa’adah,
26. Ijtima’ul Juyusy al-Islamiyah ‘ala Ghazwi Jahmiyyah wal Mu’aththilah,
27. Raf’ul Yadain fish Shalah,
28. Nikahul Muharram,
29. Kitab tafdlil Makkah ‘Ala al-Madinah,
30. Fadl-lul Ilmi,
31. ‘Uddatus Shabirin wa Dzakhiratus Syakirin,
32. al-Kaba’ir,
33. Hukmu Tarikis Shalah,
34. Al-Kalimut Thayyib,
35. Al-Fathul Muqaddas,
36. At-Tuhfatul Makkiyyah,
37. Syarhul Asma il Husna,
38. Al-Masa`il ath-Tharablusiyyah,
39. Ash-Shirath al-Mustaqim fi Ahkami Ahlil Jahim,
40. Al-Farqu bainal Khullah wal Mahabbah wa Munadhorotul Khalil li qaumihi,
41. Ath-Thuruqul Hikamiyyah, dan masih banyak lagi kitab-kitab serta karya-karya besar beliau yang digemari oleh berbagai pihak.
Wafatnya
Asy-Syaikh al-Imam Syamsuddin Muhammad bin Abi Bakr bin Ayyub az-Zar’i yang terkenal dengan julukan Ibnu Qayyim al-Jauziyah, wafat pada malam Kamis, tanggal 13 Rajab tahun 751 Hijriyah pada saat adzan ‘Isya’. Beliau dishalatkan keesokan harinya sesudah shalat Zhuhur di Masjid Jami’ Besar Dimasyq (al-Jami’ al-Umawi), kemudian dishalatkan pula di masjid Jami’ al-Jirah. Beliau dikuburkan di sebelah kuburan ibunya di tanah pekuburan al-Babus Shaghir. Kuburannya dikenal hingga hari ini.
Jenazahnya banyak dihadiri orang. Disaksikan oleh para Qadhi dan orang-orang shalih dari kalangan tertentu maupun awam. Orang-orang berjubel saling berebut memikul kerandanya. Saat wafat, beliau rahimahullah berumur genap enam puluh tahun.
Semoga Allah senantiasa memberikan keluasan rahmat-Nya kepada beliau.
Maraji’ (Rujukan)
1. Al-Bidayah wan Nihayah libni Katsir,
2. Muqaddimah Zaadil Ma’ad fi Hadyi Khairil Ibad, Tahqiq: Syu’ab wa Abdul Qadir al-Arna`uth,
3. Muqaddimah I’lamil Muwaqqi’in ‘an Rabbil ‘alamin; Thaha Abdur Ra’uf Sa’d,
4. Al-Badrut Thali’ Bi Mahasini ma Ba’dal Qarnis Sabi’ karya Imam asy-Syaukani,
5. Syadzaratudz dzahab karya Ibn Imad,
6. Ad-Durar al-Kaminah karya Ibn Hajar al-‘Asqalani,
7. Dzail Thabaqat al-Hanabilah karya Ibn Rajab Al Hanbali,
8. Al Wafi bil Wafiyat li Ash Shafadi,
9. Bughyatul Wu’at karya Suyuthi,
10. Jala’ul ‘Ainain fi Muhakamah al-Ahmadin karya al-Alusi,
11. An-Nujum Az-Zahirah karya Ibn Ta’zi Bardiy.
Diterjemahkan dari:
Majalah al-Mujahid no. 12 Th. I, Rabi’uts Tsani 1410 H. Hal 30-33, tulisan Hudzaifah Muhammad al-Missri
Catatan:
Pada sub judul: Pujian Ulama, dan wafatnya; tidak diterjemahkan semua. Diterjemahkan oleh Ahmaz Faiz Asifuddin.
(Sumber: Majalah as-Sunnah, 06/I/1414-1993 dengan sedikit perubahan)
sumber copas  : http://www.alsofwah.or.id/index.php?id=82&pilih=lihattokoh

Jumat, 24 Desember 2010

KISI-KISI ULANGAN KENAIKAN KELAS MADRASAH TSANAWIYAH

Mata Pelajaran : Bahasa Arab
Kelas/Semester : VII / 2
Alokasi WAktu : 120 Menit
Jumlah Soal : 45
Bentuk Soal : a. PG : 40 butir
b. Uraian : 5 butir

No. Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Materi Indikator Soal Bentuk Soal No. Soal
1.











































2.





































3.










































4.



































5.





















































6.




































7.



















































8.


































Membaca
11. Memahami berbagai ragam teks tulis dalam bentuk gagasan atau dialog sederhana baik fiksi maupun non fiksi melalui kegiatan membaca, menganalisis dan menemukan pokok pikiran tentang
العنوان
































Menulis
13. Mengungkapkan pikiran, gagasan, perasaan, pengalaman dan informasi baik fiksi dan atau nonfiksi melalui kegiatan menulis tentang بيتى





























Membaca
11. Memahami berbagai ragam teks tulis dalam bentuk gagasan atau dialog sederhana baik fiksi maupun non fiksi melalui kegiatan membaca, menganalisis dan menemukan pokok pikiran tentang
العنوان































Menulis
13. Mengungkapkan pikiran, gagasan, perasaan, pengalaman dan informasi baik fiksi dan atau nonfiksi melalui kegiatan menulis tentang بيتى


























Membaca
12. Memahami berbagai ragam teks tulis dalam bentuk gagasan atau dialog sederhana baik fiksi maupun non fiksi melalui kegiatan membaca, menganalisis dan menemukan pokok pikiran tentang
أسرتي











































Menulis
14. Mengungkapkan fikiran, gagasan, perasaan, pengalaman dan informasi baik fiksi dan atau nonfiksi melalui kegiatan menulis tentang
أسرتي




























Membaca
12. Memahami berbagai ragam teks tulis dalam bentuk gagasan atau dialog sederhana baik fiksi maupun non fiksi melalui kegiatan membaca, menganalisis dan menemukan pokok pikiran tentang
أسرتي








































Menulis
14. Mengungkapkan fikiran, gagasan, perasaan, pengalaman dan informasi baik fiksi dan atau nonfiksi melalui kegiatan menulis tentang
أسرتي 11.1 Membaca nyaring, melafalkan huruf Hijaiyah, kata, frase, kalimat sederhana dengan ucapan, tekanan dan intonasi yang berterima tentang العنوان dengan menerapkan hitungan 1-100

11.2 Mengidentifikasi kata, frase,atau kalimat dalam wacana tertulis sederhana meliputi bilangan 1-100






11.3. Menemukan informasi dari wacana tulis sederhana tentang sebuah lokasi/alamat














13.1. Menulis dan melengkapi hurup hijaiyyah, kata, frase, dan kalimat tentang
بيتى dengan tanda baca yang tepat.

13.2. Menulis paragraph sederhana tentang بيتى dengan menggunakan kalimat berstruktur خبر مقدم+مبتدأ مؤخر+ نعت







13.3. Menulis tentang بيتى dengan menggunakan media gambar/alat peraga gambar/foto yang dilihat dengan menggunakan kalimat berstruktur خبر مقدم+مبتدأ مؤخر+ نعت


11.1 Membaca nyaring, melafalkan huruf Hijaiyah, kata, frase, kalimat sederhana dengan ucapan, tekanan dan intonasi yang berterima tentang العنوان dengan menerapkan hitungan 1-100
11.2 Mengidentifikasi kata, frase,atau kalimat dalam wacana tertulis sederhana meliputi bilangan 1-100







11.3. Menemukan informasi dari wacana tulis sederhana tentang sebuah lokasi/alamat













13.1. Menulis dan melengkapi hurup hijaiyyah, kata, frase, dan kalimat tentang
بيتى dengan tanda baca yang tepat.
13.2. Menulis paragraph sederhana tentang بيتى dengan menggunakan kalimat berstruktur خبر مقدم+مبتدأ مؤخر+ نعت






13.3. Menulis tentang بيتى dengan menggunakan media gambar/alat peraga gambar/foto yang dilihat dengan menggunakan kalimat berstruktur خبر مقدم+مبتدأ مؤخر+ نعت

12.1 Membaca nyaring, melafalkan huruf Hijaiyah, kata, frase, kalimat sederhana dengan ucapan, tekanan dan intonasi yang berterima tentang أسرتي dengan menerapkan kalimat berstruktur Mubtada dan Khabar (berupa kata kerja/fiil mudhari mufrad)

12.2 Mengidentifikasi kata, frase,atau kalimat sederhana dalam wacana tertulis sederhana tentang
أسرتي menggunakan kalimat berstruktur: Mubtada dan Khabar (berupa kata kerja/fiil mudhari mufrad)

12.3. Menemukan informasi dari wacana tulis sederhana tentang أسرتي dengan menerapkan kalimat berstruktur: Mubtada dan Khabar (berupa kata kerja/fiil mudhari mufrad)









14.1 Menulis paragraph sederhana tentang أسرتي dengan menerapkan kalimat berstruktur Mubtada dan Khabar (berupa kata kerja/fiil mudhari mufrad)

14.2. Menulis cerita sederhana tentang أسرتي yang mencerminkan kecakapan menggunakan kata, frase dan kalimat dengan menerapkan kalimat berstruktur : Mubtada dan Khabar (berupa kata kerja/fiil mudhari mufrad)









12.1 Membaca nyaring, melafalkan huruf Hijaiyah, kata, frase, kalimat sederhana dengan ucapan, tekanan dan intonasi yang berterima tentang أسرتي dengan menerapkan kalimat berstruktur Mubtada dan Khabar (berupa kata kerja/fiil mudhari mufrad)

12.2 Mengidentifikasi kata, frase,atau kalimat sederhana dalam wacana tertulis sederhana tentang
أسرتي menggunakan kalimat berstruktur: Mubtada dan Khabar (berupa kata kerja/fiil mudhari mufrad)

12.3. Menemukan informasi dari wacana tulis sederhana tentang أسرتي dengan menerapkan kalimat berstruktur: Mubtada dan Khabar (berupa kata kerja/fiil mudhari mufrad)












14.1 Menulis paragraph sederhana tentang أسرتي dengan menerapkan kalimat berstruktur Mubtada dan Khabar (berupa kata kerja/fiil mudhari mufrad)

14.2. Menulis cerita sederhana tentang أسرتي yang mencerminkan kecakapan menggunakan kata, frase dan kalimat dengan menerapkan kalimat berstruktur : Mubtada dan Khabar (berupa kata kerja/fiil mudhari mufrad)
11.1.1.Melafalkan kata,frase, kalimat dan struktur kalimat dasar yang dipelajari

11.1.2.Membaca materi Qira’at tentang
العنوان


11.2.1. Menjawab pertanyaan dari wacana tertulis sederhana tentang العنوان


11.2.2 Menyimpulkan kata, frase, kalimat dan wacana tertulis sederhana tentang العنوان
11.3.1. Menyebutkan tema wacana tentang العنوان
11.3.2. Mengemukakan makna, gagasan atau pikiran dari wacana tertulis sederhana tentang العنوان
11.3.3.Menyimpulkan makna, gagasan atau pikiran dari wacana tertulis sederhana tentang العنوان

13.1.1 Menulis kalimat arab tentang
بيتى melalui imla’ manqul.

13.1.2 Menysun kata acak menjadi kalimat sempurna

13.2.1 Menggunakan mufrodat yang tepat dalam kalimat yang disediakan Tentang بيتى

13.2.2 Menyusun paragraf sederhana dengan ungkapan atau kalimat yang disediakan

13.3.1. Menyusun kalimat/kata yang terdapat dalam gambar dengan struktur
خبر مقدم+مبتدأ مؤخر+ نعت






11.1.1.Melafalkan kata,frase, kalimat dan struktur kalimat dasar yang dipelajari

11.1.2.Membaca materi Qira’at tentang
العنوان

11.2.1. Menjawab pertanyaan dari wacana tertulis sederhana tentang العنوان
11.2.2 Menyimpulkan kata, frase, kalimat dan wacana tertulis sederhana tentang العنوان

11.3.1. Menyebutkan tema wacana tentang العنوان
11.3.2. Mengemukakan makna, gagasan atau pikiran dari wacana tertulis sederhana tentang العنوان
11.3.3.Menyimpulkan makna, gagasan atau pikiran dari wacana tertulis sederhana tentang العنوان


13.1.1 Menulis kalimat arab tentang
بيتى melalui imla’ manqul.
13.1.2 Menysun kata acak menjadi kalimat sempurna
13.2.1 Menggunakan mufrodat yang tepat dalam kalimat yang disediakan tentang بيتى

13.2.2 Menyusun paragraf sederhana dengan ungkapan atau kalimat yang disediakan

13.3.1. Menyusun kalimat/kata yang terdapat dalam gambar dengan struktur
خبر مقدم+مبتدأ مؤخر+ نعت






12.1.1.Melafalkan kata,frase, kalimat dan struktur kalimat dasar yang dipelajari

12.1.2.Membaca materi Qira’at tentang
أسرتي






12.2.1. Menjawab pertanyaan dari wacana tertulis sederhana tentang أسرتي

12.2.2 Menyimpulkan kata, frase, kalimat dan wacana tertulis sederhana tentang أسرتي

12.3.1. Menyebutkan tema wacana tentang أسرتي
12.3.2 Mengemukakan makna, gagasan atau pikiran dari wacana tertulis sederhana tentang أسرتي

12.3.3.Menyimpulkan makna, gagasan atau pikiran dari wacana tertulis sederhana tentang أسرتي


14.1.1 Menulis kalimat arab tentang
أسرتي melalui imla’ manqul.

14.1.2 Menysun kata acak menjadi kalimat sempurna


14.2.1 Menggunakan mufrodat yang tepat dalam kalimat yang disediakan tentang أسرتي


14.2.2 Menyusun paragraf sederhana dengan ungkapan atau kalimat yang disediakan

14.2.3. Menyusun kalimat/kata dengan struktur
: Mubtada dan Khabar (berupa kata kerja/fiil mudhari mufrad)


12.1.2.Membaca materi Qira’at tentang
أسرتي



12.1.2.Membaca materi Qira’at tentang
أسرتي





12.2.1. Menjawab pertanyaan dari wacana tertulis sederhana tentang أسرتي

12.2.2 Menyimpulkan kata, frase, kalimat dan wacana tertulis sederhana tentang أسرتي

12.3.1. Menyebutkan tema wacana tentang أسرتي

12.3.2 Mengemukakan makna, gagasan atau pikiran dari wacana tertulis sederhana tentang أسرتي

12.3.3.Menyimpulkan makna, gagasan atau pikiran dari wacana tertulis sederhana tentang أسرتي


14.1.1 Menulis kalimat arab tentang
أسرتي melalui imla’ manqul.


14.1.2 Menysun kata acak menjadi kalimat sempurna

14.2.1 Menggunakan mufrodat yang tepat dalam kalimat yang disediakan tentang أسرتي

14.2.2 Menyusun paragraf sederhana dengan ungkapan atau kalimat yang disediakan

14.2.3. Menyusun kalimat/kata dengan struktur
Mubtada dan Khabar (berupa kata kerja/fiil mudhari mufrad) Qira’ah dengan mufradat tentang العنوان (نحن جيران) dengan menggunakan struktur kalimat tentang الارقام والاعداد (angka, nomor dan jumlah).


































Insya’ muwajjah dengan mufradat dan struktur kalimat yang dipelajar



































Qira’ah dengan mufradat tentang بيتى(بيت عمي)
dengan menggunakan struktur kalimat خبر مقدم+مبتدأ مؤخر+ نعت



































Insya’ muwajjah dengan mufradat dan struktur kalimat yang dipelajar































Qira’ah dengan mufradat tentang افراد لأسرة (حديقة البيت) dengan menggunakan struktur kalimat Mubtada dan Khabar (berupa kata kerja/fiil mudhari mufrad)












































Insya’ muwajjah dengan mufradat dan struktur kalimat yang dipelajar

































Qira’ah dengan mufradat tentang اعمات لأسرة (أسرتي) dengan menggunakan struktur kalimat Mubtada dan Khabar (berupa kata kerja/fiil mudhari mufrad)










































Insya’ muwajjah dengan mufradat dan struktur kalimat yang dipelajar












- Memilih angka/nomor dengan benar untuk menyempurnakan susunan kalimat yang disajikan.

- Disediakam wacana sederhana,sisawa dapat menjawab pertanyaan tentang isis kandungan wacana tersebut.
- Memilih terjemahan kalimt berbahasa Indonesia dengan benar dari susunan kalimt bahasa arab yang disajikan.




- Disediakan sebuah bacaan, siswa dapat memilih tema yang tepat berdasarkan bacan tersebut.
- Memilih isi kandungan bacaan dengan benar dari wacana sederhana yang disajikan.





- Disediakan wacana sederhana, siswa dapat memilih makna tersirat dari wacana tersebut.





- Disediakan beberapa buah kalimat, siswa dapat memilih kalimat yang benar tentang خبر مقدم+مبتدأ مؤخر+ نعت.


- Memilih susunan kalimat dengan benar dari beberapa kata acak yang disajikan.


- Memilih mufradat dengan benar untuk menyempurnakan kalimat sederhana yang disajikan.




- Disediakan beberapa buah kalimat, siswa dapat menyusunnya menjadi paragraf.





- Disediakan beberapa gambar, siswa dapat memilih susunan kalimat yang benar berdasarkan struktur خبر مقدم+مبتدأ مؤخر+ نعت























- Memilih kata yang tepat untuk menyempurnakan kalimat yang disajikan.
- Disediakan wacana sederhana, siswa dapat menjawab pertanyaan tentang isi kandungan wacana tersebut.

- Memilih terjemahan kalimat berbahasa arab dengan benar dari susunan kalimat bahasa indonesia yang disajikan.




- Memilih isi kandungan qiraat dengan benar dari wacana sederhana yang disajikan.


- Disediakan wacana sederhana, siswa dapat memilih jawaban yang tepat berdasarkan wacana tersebut.



- Disediakan wacana sederhana, siswa dapat memilih makna tersirat dari wacana tersebut.







- Disediakan pertanyaan dalam hiwar (percakapan), siswa dapat memilih jawaban yang tepat.

- Menyusun kalimat yang benar dari beberapa kata acak yang disajikan.

- Memilih mufradat yang tepat untuk menyempurnakan sebuah kalimat yang disajikan.





- Disediakan beberapa kalimat, siswa dapat menyusun menjadi paragraf.





- Disediakan sebuah gambar, siswa dapat memilih kata yang tepat sesuai dengan gambar.


























- Memilih jawaban yang benar dari wacna sederhana yang disajikan.

- Disediakan sebuah susunan keluarga, siswa dapat menjawab pertanyan yang tepat sesuai susunan keluarga tersebut.


- Memlih terjemahan kata berbahasa arab dengan benar dari kalimat bahasa indonesia yang disajikan.





- Memilih isi kandungan qiraat yang benar dari wacana sederhana yang disajikan.

- Disediakan wacana sederhana, siswa dapat memilih jawaban yang tepat berdasarkan wacana tersebut.






- Disajikan wacana sederhana, siswa dapat memilih makna yang tersirat dari wacana tersebut.






- Membuat kalimat dari kata yang disajikan.

- Disediakan beberapa kalimat, siswa dapat menunjukan kalimat yang benar susunannya dari : Mubtada dan Khabar (berupa kata kerja/fiil mudhari mufrad
- Memilih susunan kalimat yang benar dari beberapa kata acak yang disajikan.



- Memilih pertanyaan yang benar dari jawaban yang disajiakan dalam sebuah percakapan (Hiwar).






- Disediakan beberapa kalimat, siswa dapat memelih susunan paragraf.





- Disediakan sebuah contoh kalimat, siswa dapat memilih susunan kalimat yang benar sesuai dengan contoh tentang : Mubtada dan Khabar (berupa kata kerja/fiil mudhari mufrad




















- Disediakan wacana sederhana, siswa dapat memilih jawaban yang tepat tentang isi kandungan wacana tersebut.





- Memilih mufradat dengan benar untuk melengkapi sebuah wacana sederhana yang disajikan.




- Memilih isi kandungan qiraat yang benar dari wacana sederhana yang disajikan.



- Memilih jawaban dengan benar sesuai pertanyanyang terdapat pada gambar yang disajikan.





- Memilih bacaan dengan benar dari beberapa wacana sederhana yang disajikan.








- Memilih kalimat yang benar sesuai dengan struktur kaliamt : Mubtada dan Khabar (berupa kata kerja/fiil mudhari mufrad)
- Memilih jawaban yang benar sesuai dengan pertanyaan yang disajikan.

- Memilih susunan kalimat yang benar dari beberapa kata acak yang disajikan.


- Disediakan kalimat sederhana, siswa dapat menerjemahkan kalimat tersebut dengan benar.





- Disediakan beberapa kalimat, siswa dapat menyusun menjadi sebuah paragraf.





- Disediakan sebuah contoh, siswa dapat memilih susunan kalimat yang benar sesuai dengan contoh.

















PG



Uraian


PG






PG


PG






PG






PG





PG



PG






PG






PG

























PG

PG



PG






PG



PG





PG








PG



Uraian


PG







PG






PG




























PG


Uraian




PG







PG


PG








PG








Uraian

PG



PG




PG








PG






PG
























PG







PG






PG




PG







PG









PG


PG


PG




Uraian






PG






PG













1



41


2






3


4






5






6





7



8






9






10

























11

12



13






14



15





16








17



42


18







19






20




























21


43




22







23


24








25








44

26



27




28








29






30
























31







32






33




34







35









36


37


38




45






39






40
KISI-KISI ULANGAN KENAIKAN KELAS MADRASAH TSANAWIYAH

Mata Pelajaran : Bahasa Arab
Kelas/Semester : VII / 2
Alokasi WAktu : 120 Menit
Jumlah Soal : 45
Bentuk Soal : a. PG : 40 butir
b. Uraian : 5 butir

No. Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Materi Indikator Soal Bentuk Soal No. Soal
1.











































2.





































3.










































4.



































5.





















































6.




































7.



















































8.


































Membaca
11. Memahami berbagai ragam teks tulis dalam bentuk gagasan atau dialog sederhana baik fiksi maupun non fiksi melalui kegiatan membaca, menganalisis dan menemukan pokok pikiran tentang
العنوان
































Menulis
13. Mengungkapkan pikiran, gagasan, perasaan, pengalaman dan informasi baik fiksi dan atau nonfiksi melalui kegiatan menulis tentang بيتى





























Membaca
11. Memahami berbagai ragam teks tulis dalam bentuk gagasan atau dialog sederhana baik fiksi maupun non fiksi melalui kegiatan membaca, menganalisis dan menemukan pokok pikiran tentang
العنوان































Menulis
13. Mengungkapkan pikiran, gagasan, perasaan, pengalaman dan informasi baik fiksi dan atau nonfiksi melalui kegiatan menulis tentang بيتى


























Membaca
12. Memahami berbagai ragam teks tulis dalam bentuk gagasan atau dialog sederhana baik fiksi maupun non fiksi melalui kegiatan membaca, menganalisis dan menemukan pokok pikiran tentang
أسرتي











































Menulis
14. Mengungkapkan fikiran, gagasan, perasaan, pengalaman dan informasi baik fiksi dan atau nonfiksi melalui kegiatan menulis tentang
أسرتي




























Membaca
12. Memahami berbagai ragam teks tulis dalam bentuk gagasan atau dialog sederhana baik fiksi maupun non fiksi melalui kegiatan membaca, menganalisis dan menemukan pokok pikiran tentang
أسرتي








































Menulis
14. Mengungkapkan fikiran, gagasan, perasaan, pengalaman dan informasi baik fiksi dan atau nonfiksi melalui kegiatan menulis tentang
أسرتي 11.1 Membaca nyaring, melafalkan huruf Hijaiyah, kata, frase, kalimat sederhana dengan ucapan, tekanan dan intonasi yang berterima tentang العنوان dengan menerapkan hitungan 1-100

11.2 Mengidentifikasi kata, frase,atau kalimat dalam wacana tertulis sederhana meliputi bilangan 1-100






11.3. Menemukan informasi dari wacana tulis sederhana tentang sebuah lokasi/alamat














13.1. Menulis dan melengkapi hurup hijaiyyah, kata, frase, dan kalimat tentang
بيتى dengan tanda baca yang tepat.

13.2. Menulis paragraph sederhana tentang بيتى dengan menggunakan kalimat berstruktur خبر مقدم+مبتدأ مؤخر+ نعت







13.3. Menulis tentang بيتى dengan menggunakan media gambar/alat peraga gambar/foto yang dilihat dengan menggunakan kalimat berstruktur خبر مقدم+مبتدأ مؤخر+ نعت


11.1 Membaca nyaring, melafalkan huruf Hijaiyah, kata, frase, kalimat sederhana dengan ucapan, tekanan dan intonasi yang berterima tentang العنوان dengan menerapkan hitungan 1-100
11.2 Mengidentifikasi kata, frase,atau kalimat dalam wacana tertulis sederhana meliputi bilangan 1-100







11.3. Menemukan informasi dari wacana tulis sederhana tentang sebuah lokasi/alamat













13.1. Menulis dan melengkapi hurup hijaiyyah, kata, frase, dan kalimat tentang
بيتى dengan tanda baca yang tepat.
13.2. Menulis paragraph sederhana tentang بيتى dengan menggunakan kalimat berstruktur خبر مقدم+مبتدأ مؤخر+ نعت






13.3. Menulis tentang بيتى dengan menggunakan media gambar/alat peraga gambar/foto yang dilihat dengan menggunakan kalimat berstruktur خبر مقدم+مبتدأ مؤخر+ نعت

12.1 Membaca nyaring, melafalkan huruf Hijaiyah, kata, frase, kalimat sederhana dengan ucapan, tekanan dan intonasi yang berterima tentang أسرتي dengan menerapkan kalimat berstruktur Mubtada dan Khabar (berupa kata kerja/fiil mudhari mufrad)

12.2 Mengidentifikasi kata, frase,atau kalimat sederhana dalam wacana tertulis sederhana tentang
أسرتي menggunakan kalimat berstruktur: Mubtada dan Khabar (berupa kata kerja/fiil mudhari mufrad)

12.3. Menemukan informasi dari wacana tulis sederhana tentang أسرتي dengan menerapkan kalimat berstruktur: Mubtada dan Khabar (berupa kata kerja/fiil mudhari mufrad)









14.1 Menulis paragraph sederhana tentang أسرتي dengan menerapkan kalimat berstruktur Mubtada dan Khabar (berupa kata kerja/fiil mudhari mufrad)

14.2. Menulis cerita sederhana tentang أسرتي yang mencerminkan kecakapan menggunakan kata, frase dan kalimat dengan menerapkan kalimat berstruktur : Mubtada dan Khabar (berupa kata kerja/fiil mudhari mufrad)









12.1 Membaca nyaring, melafalkan huruf Hijaiyah, kata, frase, kalimat sederhana dengan ucapan, tekanan dan intonasi yang berterima tentang أسرتي dengan menerapkan kalimat berstruktur Mubtada dan Khabar (berupa kata kerja/fiil mudhari mufrad)

12.2 Mengidentifikasi kata, frase,atau kalimat sederhana dalam wacana tertulis sederhana tentang
أسرتي menggunakan kalimat berstruktur: Mubtada dan Khabar (berupa kata kerja/fiil mudhari mufrad)

12.3. Menemukan informasi dari wacana tulis sederhana tentang أسرتي dengan menerapkan kalimat berstruktur: Mubtada dan Khabar (berupa kata kerja/fiil mudhari mufrad)












14.1 Menulis paragraph sederhana tentang أسرتي dengan menerapkan kalimat berstruktur Mubtada dan Khabar (berupa kata kerja/fiil mudhari mufrad)

14.2. Menulis cerita sederhana tentang أسرتي yang mencerminkan kecakapan menggunakan kata, frase dan kalimat dengan menerapkan kalimat berstruktur : Mubtada dan Khabar (berupa kata kerja/fiil mudhari mufrad)
11.1.1.Melafalkan kata,frase, kalimat dan struktur kalimat dasar yang dipelajari

11.1.2.Membaca materi Qira’at tentang
العنوان


11.2.1. Menjawab pertanyaan dari wacana tertulis sederhana tentang العنوان


11.2.2 Menyimpulkan kata, frase, kalimat dan wacana tertulis sederhana tentang العنوان
11.3.1. Menyebutkan tema wacana tentang العنوان
11.3.2. Mengemukakan makna, gagasan atau pikiran dari wacana tertulis sederhana tentang العنوان
11.3.3.Menyimpulkan makna, gagasan atau pikiran dari wacana tertulis sederhana tentang العنوان

13.1.1 Menulis kalimat arab tentang
بيتى melalui imla’ manqul.

13.1.2 Menysun kata acak menjadi kalimat sempurna

13.2.1 Menggunakan mufrodat yang tepat dalam kalimat yang disediakan Tentang بيتى

13.2.2 Menyusun paragraf sederhana dengan ungkapan atau kalimat yang disediakan

13.3.1. Menyusun kalimat/kata yang terdapat dalam gambar dengan struktur
خبر مقدم+مبتدأ مؤخر+ نعت






11.1.1.Melafalkan kata,frase, kalimat dan struktur kalimat dasar yang dipelajari

11.1.2.Membaca materi Qira’at tentang
العنوان

11.2.1. Menjawab pertanyaan dari wacana tertulis sederhana tentang العنوان
11.2.2 Menyimpulkan kata, frase, kalimat dan wacana tertulis sederhana tentang العنوان

11.3.1. Menyebutkan tema wacana tentang العنوان
11.3.2. Mengemukakan makna, gagasan atau pikiran dari wacana tertulis sederhana tentang العنوان
11.3.3.Menyimpulkan makna, gagasan atau pikiran dari wacana tertulis sederhana tentang العنوان


13.1.1 Menulis kalimat arab tentang
بيتى melalui imla’ manqul.
13.1.2 Menysun kata acak menjadi kalimat sempurna
13.2.1 Menggunakan mufrodat yang tepat dalam kalimat yang disediakan tentang بيتى

13.2.2 Menyusun paragraf sederhana dengan ungkapan atau kalimat yang disediakan

13.3.1. Menyusun kalimat/kata yang terdapat dalam gambar dengan struktur
خبر مقدم+مبتدأ مؤخر+ نعت






12.1.1.Melafalkan kata,frase, kalimat dan struktur kalimat dasar yang dipelajari

12.1.2.Membaca materi Qira’at tentang
أسرتي






12.2.1. Menjawab pertanyaan dari wacana tertulis sederhana tentang أسرتي

12.2.2 Menyimpulkan kata, frase, kalimat dan wacana tertulis sederhana tentang أسرتي

12.3.1. Menyebutkan tema wacana tentang أسرتي
12.3.2 Mengemukakan makna, gagasan atau pikiran dari wacana tertulis sederhana tentang أسرتي

12.3.3.Menyimpulkan makna, gagasan atau pikiran dari wacana tertulis sederhana tentang أسرتي


14.1.1 Menulis kalimat arab tentang
أسرتي melalui imla’ manqul.

14.1.2 Menysun kata acak menjadi kalimat sempurna


14.2.1 Menggunakan mufrodat yang tepat dalam kalimat yang disediakan tentang أسرتي


14.2.2 Menyusun paragraf sederhana dengan ungkapan atau kalimat yang disediakan

14.2.3. Menyusun kalimat/kata dengan struktur
: Mubtada dan Khabar (berupa kata kerja/fiil mudhari mufrad)


12.1.2.Membaca materi Qira’at tentang
أسرتي



12.1.2.Membaca materi Qira’at tentang
أسرتي





12.2.1. Menjawab pertanyaan dari wacana tertulis sederhana tentang أسرتي

12.2.2 Menyimpulkan kata, frase, kalimat dan wacana tertulis sederhana tentang أسرتي

12.3.1. Menyebutkan tema wacana tentang أسرتي

12.3.2 Mengemukakan makna, gagasan atau pikiran dari wacana tertulis sederhana tentang أسرتي

12.3.3.Menyimpulkan makna, gagasan atau pikiran dari wacana tertulis sederhana tentang أسرتي


14.1.1 Menulis kalimat arab tentang
أسرتي melalui imla’ manqul.


14.1.2 Menysun kata acak menjadi kalimat sempurna

14.2.1 Menggunakan mufrodat yang tepat dalam kalimat yang disediakan tentang أسرتي

14.2.2 Menyusun paragraf sederhana dengan ungkapan atau kalimat yang disediakan

14.2.3. Menyusun kalimat/kata dengan struktur
Mubtada dan Khabar (berupa kata kerja/fiil mudhari mufrad) Qira’ah dengan mufradat tentang العنوان (نحن جيران) dengan menggunakan struktur kalimat tentang الارقام والاعداد (angka, nomor dan jumlah).


































Insya’ muwajjah dengan mufradat dan struktur kalimat yang dipelajar



































Qira’ah dengan mufradat tentang بيتى(بيت عمي)
dengan menggunakan struktur kalimat خبر مقدم+مبتدأ مؤخر+ نعت



































Insya’ muwajjah dengan mufradat dan struktur kalimat yang dipelajar































Qira’ah dengan mufradat tentang افراد لأسرة (حديقة البيت) dengan menggunakan struktur kalimat Mubtada dan Khabar (berupa kata kerja/fiil mudhari mufrad)












































Insya’ muwajjah dengan mufradat dan struktur kalimat yang dipelajar

































Qira’ah dengan mufradat tentang اعمات لأسرة (أسرتي) dengan menggunakan struktur kalimat Mubtada dan Khabar (berupa kata kerja/fiil mudhari mufrad)










































Insya’ muwajjah dengan mufradat dan struktur kalimat yang dipelajar












- Memilih angka/nomor dengan benar untuk menyempurnakan susunan kalimat yang disajikan.

- Disediakam wacana sederhana,sisawa dapat menjawab pertanyaan tentang isis kandungan wacana tersebut.
- Memilih terjemahan kalimt berbahasa Indonesia dengan benar dari susunan kalimt bahasa arab yang disajikan.




- Disediakan sebuah bacaan, siswa dapat memilih tema yang tepat berdasarkan bacan tersebut.
- Memilih isi kandungan bacaan dengan benar dari wacana sederhana yang disajikan.





- Disediakan wacana sederhana, siswa dapat memilih makna tersirat dari wacana tersebut.





- Disediakan beberapa buah kalimat, siswa dapat memilih kalimat yang benar tentang خبر مقدم+مبتدأ مؤخر+ نعت.


- Memilih susunan kalimat dengan benar dari beberapa kata acak yang disajikan.


- Memilih mufradat dengan benar untuk menyempurnakan kalimat sederhana yang disajikan.




- Disediakan beberapa buah kalimat, siswa dapat menyusunnya menjadi paragraf.





- Disediakan beberapa gambar, siswa dapat memilih susunan kalimat yang benar berdasarkan struktur خبر مقدم+مبتدأ مؤخر+ نعت























- Memilih kata yang tepat untuk menyempurnakan kalimat yang disajikan.
- Disediakan wacana sederhana, siswa dapat menjawab pertanyaan tentang isi kandungan wacana tersebut.

- Memilih terjemahan kalimat berbahasa arab dengan benar dari susunan kalimat bahasa indonesia yang disajikan.




- Memilih isi kandungan qiraat dengan benar dari wacana sederhana yang disajikan.


- Disediakan wacana sederhana, siswa dapat memilih jawaban yang tepat berdasarkan wacana tersebut.



- Disediakan wacana sederhana, siswa dapat memilih makna tersirat dari wacana tersebut.







- Disediakan pertanyaan dalam hiwar (percakapan), siswa dapat memilih jawaban yang tepat.

- Menyusun kalimat yang benar dari beberapa kata acak yang disajikan.

- Memilih mufradat yang tepat untuk menyempurnakan sebuah kalimat yang disajikan.





- Disediakan beberapa kalimat, siswa dapat menyusun menjadi paragraf.





- Disediakan sebuah gambar, siswa dapat memilih kata yang tepat sesuai dengan gambar.


























- Memilih jawaban yang benar dari wacna sederhana yang disajikan.

- Disediakan sebuah susunan keluarga, siswa dapat menjawab pertanyan yang tepat sesuai susunan keluarga tersebut.


- Memlih terjemahan kata berbahasa arab dengan benar dari kalimat bahasa indonesia yang disajikan.





- Memilih isi kandungan qiraat yang benar dari wacana sederhana yang disajikan.

- Disediakan wacana sederhana, siswa dapat memilih jawaban yang tepat berdasarkan wacana tersebut.






- Disajikan wacana sederhana, siswa dapat memilih makna yang tersirat dari wacana tersebut.






- Membuat kalimat dari kata yang disajikan.

- Disediakan beberapa kalimat, siswa dapat menunjukan kalimat yang benar susunannya dari : Mubtada dan Khabar (berupa kata kerja/fiil mudhari mufrad
- Memilih susunan kalimat yang benar dari beberapa kata acak yang disajikan.



- Memilih pertanyaan yang benar dari jawaban yang disajiakan dalam sebuah percakapan (Hiwar).






- Disediakan beberapa kalimat, siswa dapat memelih susunan paragraf.





- Disediakan sebuah contoh kalimat, siswa dapat memilih susunan kalimat yang benar sesuai dengan contoh tentang : Mubtada dan Khabar (berupa kata kerja/fiil mudhari mufrad




















- Disediakan wacana sederhana, siswa dapat memilih jawaban yang tepat tentang isi kandungan wacana tersebut.





- Memilih mufradat dengan benar untuk melengkapi sebuah wacana sederhana yang disajikan.




- Memilih isi kandungan qiraat yang benar dari wacana sederhana yang disajikan.



- Memilih jawaban dengan benar sesuai pertanyanyang terdapat pada gambar yang disajikan.





- Memilih bacaan dengan benar dari beberapa wacana sederhana yang disajikan.








- Memilih kalimat yang benar sesuai dengan struktur kaliamt : Mubtada dan Khabar (berupa kata kerja/fiil mudhari mufrad)
- Memilih jawaban yang benar sesuai dengan pertanyaan yang disajikan.

- Memilih susunan kalimat yang benar dari beberapa kata acak yang disajikan.


- Disediakan kalimat sederhana, siswa dapat menerjemahkan kalimat tersebut dengan benar.





- Disediakan beberapa kalimat, siswa dapat menyusun menjadi sebuah paragraf.





- Disediakan sebuah contoh, siswa dapat memilih susunan kalimat yang benar sesuai dengan contoh.

















PG



Uraian


PG






PG


PG






PG






PG





PG



PG






PG






PG

























PG

PG



PG






PG



PG





PG








PG



Uraian


PG







PG






PG




























PG


Uraian




PG







PG


PG








PG








Uraian

PG



PG




PG








PG






PG
























PG







PG






PG




PG







PG









PG


PG


PG




Uraian






PG






PG













1



41


2






3


4






5






6





7



8






9






10

























11

12



13






14



15





16








17



42


18







19






20




























21


43




22







23


24








25








44

26



27




28








29






30
























31







32






33




34







35









36


37


38




45






39






40

BERTEMAN DENGAN SAYA